Kemajuan Edukasi Gizi di Kendari tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah Sulawesi Tenggara bersama organisasi profesi gizi. Sinergi ini menghasilkan ekosistem layanan yang semakin matang dari tahun ke tahun.
Edukasi gizi adalah upaya sistematis untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat terkait gizi seimbang. Di Kendari, edukasi gizi diselenggarakan dalam berbagai format dan target audiens, mulai dari kelas ibu hamil di puskesmas hingga seminar publik bersama pakar gizi.
MBG Kendari memetakan kegiatan edukasi gizi di Kendari berdasarkan sasaran: ibu hamil dan menyusui (kelas ibu, kelas laktasi), orang tua balita (kelas tumbuh kembang, edukasi MPASI), remaja (UKS sekolah, posyandu remaja), dewasa (pemeriksaan kesehatan berkala, konsultasi gizi), serta lansia (posbindu, senam lansia).
Topik yang sering dibawakan: prinsip "Isi Piringku" sebagai panduan porsi makan; pembatasan gula-garam-lemak (GGL); literasi label gizi pada kemasan; pemilihan jajanan sehat untuk anak sekolah; manajemen porsi dan kebutuhan kalori; gizi seimbang untuk berbagai kelompok usia; serta keamanan pangan rumah tangga.
Selain ceramah konvensional, ahli gizi di Kendari mengadopsi format yang lebih interaktif: demo masak menu bergizi, food games untuk anak, role-play konsultasi, infografik visual yang dishare di media sosial puskesmas, video edukatif pendek, serta podcast gizi yang dikelola komunitas lokal.
Program "Sekolah Sehat" di Kendari mengintegrasikan edukasi gizi ke dalam kurikulum dan kegiatan harian: sarapan bersama, kantin sehat, edukasi cuci tangan pakai sabun (CTPS), pembatasan makanan-minuman tinggi gula di lingkungan sekolah, dan program "Aksi Bergizi" yang melibatkan siswa sebagai agen perubahan.
MBG Kendari mendorong kolaborasi antara ahli gizi, komunitas peduli gizi, organisasi profesi (PERSAGI), dan media lokal untuk memperluas jangkauan edukasi. Kegiatan kolaboratif seperti "Pekan Gizi Nasional" pada bulan Januari menjadi momentum tahunan untuk kampanye gizi di Kendari.
Implementasi Edukasi Gizi yang efektif memerlukan kolaborasi antara penyedia layanan, pemerintah daerah Sulawesi Tenggara, dan masyarakat Kendari itu sendiri. MBG Kendari berperan sebagai jembatan informasi untuk memperkuat sinergi ini.